BIMBINGAN
DENGAN
IMPLEMENTASI
TEORI HOLLAND
TERHADAP
PENENTUAN KARIR SISWA BERKEPRIBADIAN REALISTIK LULUSAN OTOMOTIF SMK
WATUSALAM, PEKALONGAN
Abstract
This research was conducted to
apply Holland theory to students of automotive graduate SMK Watusalam
Kuripan Kidul, Pekalongan who feel confused in determining career. In
Holland theory, individuals have different personalities. Such
personality also affects the individual in determining career.
Besides personality, environmental and psychological factors also
play a role in Holland teoi. In this study, the client's plans in his
career were not to continue his automotive department, but more to
his interests.
Keywords: feel
confused in determining career, interests, students of automotive
graduate
© 2017 Published by Prodi
BPI FUAD IAIN Pekalongan
PENDAHULUAN
Dewasa
ini,
bahwa pada dasarnya minat seseorang individu berbeda-beda, dan bakat
individu berbeda
pula.
Dua
hal
tersebut, dapat diasumsikan bahwa minat dan bakat individu dapat
ditemukan dan digali
serta
dikembangkan. Namun, pengukuran terhadap minat dan dalam tipe-tipe
kepribadian ini mendorong Jhon Holland mengasumsikan pula bahwa orang
yang memiliki minat yang berbeda-beda dan bekerja dalam lingkungan
yang berlainan, sebenarnya individu tersebut memliki tipe kepribadian
lain-lain dan mempunyai sejarah hidup yang berbeda-beda pula. Salah
satu indikasi minat ialah kesukaan seorang individu untuk melakukan
kegiatan tertentu. Disamping minat, juga harus menyesuaikan dengan
tipe kepribdian nya. Dalam penyesuaian karakteristik atau kepribadian
seseorang terhadap pekerjaan. Tipe kepribadian manusia terdapat 6
macam. Karena penting untuk membangun kecocokan antara tipe
kepribadian individu dan pemilihan karir. Dimana pemilihan dan
penyesuaian karir merupakan gambaran dari kepribadian seseorang
individu.
Di
institusi pendidikan banyak siswa khususnya siswa sekolah menengah
yang merasa
bingung
dengan arah pilihan karirnya. Keadaan ini disebabkan kurangnya
informasi yang luas
tentang
karir serta pendidikan yang mendukung pada arah karir tersebut.
Padahal teori tentang
bimbingan
karir tidak bisa dipisahkan dengan teori-teori yang berkaitan dengan
bimbingan
konseling,
karena bimbingan karir (yang sarat dengan muatan psikolois) itu
sendiri berupa
salah
satu layanan dalam bimbingan konseling secara keseluruhan.
Teori
bimbingan karir John Holland mencoba untuk memaparkan bagaimana siswa
atau
individu
memilih karir yang sesuai dengan tipe, sifat dan karakteristik
psiologis (kepribadian)
dengan
model lingkungan yang mencakup: (lingkungan realistis, lingkungan
intelektual,
lingkungan
sosial, lingkungan konvensional, lingkungan usaha dan lingkungan
artistik).
(Afandi muslim, 2011:86)
Dalam
proses pemilihan, minat sangat diperlukan, sebab seseorang individu
yang tidak memiliki minat tidak mungkin melakukan aktivitas. Minat
adalah “gejala yang tertarik pada sesuatu yang selanjutnya minat
seseorang akan mencerminkan tujuannya”. Semakin kuat atau dekat
hubungan tersebut, semakin besar pula minat yang timbul. Suatu minat
dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa
siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya. Selain itu,
minat dapat pula diwujudkan melalui peran serta siswa dalam suatu
aktivitas. Siswa yang berminat terhadap objek tertentu cenderung
untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut.
Berdasarkan
definisi-definisi minat di atas, peneliti dapat mengemukakan
unsur-unsur yang terdapat dalam minat, meliputi: (1) minat adalah
suatu gejala psikologis; (2) pemusatan perhatian, perasaan dan
pikiran dari subjek karena tertarik; (3) adanya perasaan senang
terhadap objek yang menjadi sasaran; dan (4) adanya kemauan atau
kecenderungan pada diri subjek untuk melakukan kegiatan demi
tercapainya tujuan.
Rumusan masalah didalam penelitian meliputi Bagaimana
implementasi minat terhadap penentuan pilihan karir? dan
Bagaimana
implementasi teori Holland terhadap penentuan pilihan karir?
Dan penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penerapan didalam minat individu yang sesuai dengan
penentuan pilihan karir. Dan untuk mengetahui penerapan teori Holland
terhadap penentuan karir.
Besar
kecilnya minat sangat bergantung pada penerimaan akan suatu hubungan
antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya. Seseorang yang
berminat terhadap sesuatu, tentu akan lebih memperhatikan dengan
perasaan senang tanpa ada tekanan.
Menurut
Winkel (1996:188), minat merupakan kecenderungan subjek yang menetap,
untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu
dan merasa senang mempelajari materi tersebut. Belajar dengan minat
akan mendorong peserta didik untuk belajar lebih baik daripada
belajar tanpa minat.
Dari
pengertian tersebut, jelas bahwa minat sebagai pemusatan perhatian
atau reaksi terhadap suatu objek, seperti benda tertentu atau situasi
tertentu yang didahului oleh perasaan senang terhadap objek tersebut.
Dengan
demikian, minat adalah sebagai sebab, yaitu kekuatan pendorong yang
memaksa seseorang menaruh perhatian pada orang, situasi atau
aktivitas tertetu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai
akibat, yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya
seseorang atau suatu objek, atau karena berpartisipasi dalam suatu
aktivitas.
Menurut
Suseno (2009:186), indikator minat berisi tentang, berikut ini:
Kedisiplinan, Tidak mudah putus asa, Perasaan terhadap situasi,
Belajar dalam suasana sepi, Mengulang pelajaran, Ingin berhasil,
Ketertarikan terhadap mata pelajaran.
Menurut
Steven D. Brown dan Robert W. Lent (2013:57-60) Didalam
teori john Holland terdapat model-model tipe kepribadian antara lain:
Realistis merupakan pemilihan lapangan kerja yang berorientasi pada
penerapan ciri-ciri: kekuatan otot, keterampilan fisik, mempunyai
kecakapan verbal, bekerja praktis, kurang memiliki keterampilan
sosial, serta kurang peka dalam hubungan orang lain. Investigative
merupakan pemilihan pekerjaan yang bersifat kreatif, tugas kemampuan
abstrak, tidak tergantung pada pengamatan pribadinya, lebih suka
tantangan yang membutuhkan pemikiran intelektual, lebih menyukai
tantangan berupa pertanyaan yang belum terjawab. Dan juga dengan
ciri-ciri: kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasi dalam
memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak bersosial,
membutuhkan pemahaman, memiliki nilai dan sikap yang tidak
konvensional. Sosial merupakan pemilihan lapangan pekerjaan yang
bersifat membantu orang lain, dan bersosial, dengan ciri-ciri: pandai
bergaul, pandai berbicara, bersifat responsive, bertanggung jawab,
memiliki kecakapan verbal, pemecahan masalah lebih berorientasi pada
perasaan tidak pada intelektual, Tipe sosial akan lebih cenderung
memasuki lingkungan jabatan yang mengandung unsur pelayanan sosial.
Konvensional merupakan kegiatan verbal, bahwa tipe konvensional/orang
rutin akan lebih cenderung memangku jabatan dalam lingkungan yang
bersuasana kegiatan rutin. Dengan ciri-ciri: Ia menyukai angka yang
teratur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaan,
member nilai tinggi terhadap kenyataan materi, status, mencapai
tujuan dengan mengadaptasikan dirinya, ketergantungan pada atasan.
Misalnya pegawai arsip, kasir, dan lain-lain. Usaha/Enterprising
merupakan tipe yang menggunakan keterampilan berbicara dalm situasi
dima ada kesempatan untuk menguasai orang lain, menganggap dirinya
paling taat, mudah mengadaptasikan dengan orang lain, perhatian besar
kepada kekuasaan, status, kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan.
Misalnya pedagang, politikus, dan lain-lain. Artistik merupakan
pemilihan yang berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung,
bersifat sosial, bentuk artistic melalui kata, rasa, perasaan, dan
imajinasi, suka mengekspresikan dirinya dalam kebebasan dan
keterbukaan secara wajar.
Banyak
teori yang langsung membicarakan masalah karir, seperti teori Anne
Roe, Hoppock, Donald Super, Trait and Factor, Ginzberg dan John
Holland. Teori-teori ini menjelaskan pendapat-pendapat bagaimana
siswa/individu memilih karir atau jabatan tertentu atas dasar
pemilihan-pemilihan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya baik fisik
maupun psikis dan membicarakan sifat-sifat serta
karakteristik-karakteristik pribadi siswa yang dilihat dari sisi
kecocokan dan tidaknya dengan karir atau jabatan yang dimasukinya.
Dalam buku Bimbingan Karir Ruslan A. Gani dijelaskan bahwa Holland
menyusun teori karirnya terdiri atas sebelas pokok pikiran bahwa :
Pemilihan suatu jabatan adalah merupakan pernyataan kepribadian
seseorang, Inventory minat merupakan inventory kepribadian. Jika
minat vokasional merupakan ekspresi kepribadian, maka selanjutnya
inventory minat adalah merupakan inventory kepribadian, Stereo-tipe
vokasional mempunyai makna psikologis dan sosiologis yang penting dan
dapat dipercaya. Kita dapat menduga sesorang berdasarkan teman-teman,
pakaian, dan perilakunya, dan yang menjadi pekerjaannya. Pengalaman
kita sehari-hari seringkali menunjukkan pengetahuan yang tidak tepat,
tetapi nampaknya dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat
terhadap berbagai pekerjaan yang dilakukannya. Misalnya seorang aktor
mempunyai sifat yang berorienatasi pada diri sensiri self
centered, seorang
penjaga
salesmen
bersifat
persuasive, seorang akuntan bersifat teliti, ilmuan bersifat tidak
social dan sebagainya.
(Ws.Winkel, 1996:187)
Penelitian
ini dilaksanakan di Rumah kediaman klien yang beralamat di Jalan
Hoscokroaminoto kuripan kidul, Kota Pekalongan.
Penelitian
merencanakan pelaksanaan penelitian pada tanggal 25 April 2017 pada
waktu: 18.00 WIB.
Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Watusalam kota pekalongan
tahun ajaran 2017. Objek yang diteliti bernama M. Dia sekarang
berusia 17 tahun. Mengambil jurusan otomotif. Didalam
penelitian ini, merancang kegiatan pertemuan dengan klien.
Bahan
dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pensil dan sebuah
buku.
Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif
kualitatif.
Dalam
penelitian kualitatif yang menjadi instrument utama dalam penelitian
adalah manusia atau peneliti itu sendiri. Sumber data dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut : Unsur manusia sebagai
instrument kunci, Unsur informan yang terdiri dari : orangtua, klien.
Dan unsur non manusia sebagai data pendukung penelitian.
Dalam
penelitian ini, teknik penentuan informan adalah purpose (pengambilan
informan berdasarkan tujuan). Teknik penentuan informan ini adalah
siapa yang akan diambil sebagai anggota informan diserahkan pada
pertimbangan pengumpul data yang sesuai dengan maksud dan tujuan
penelitian.
Dalam
penelitian ini, ada beberapa jenis pengumpulan yang dilakukan
penulis, yaitu: Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara
berkomunikasi, bertatap muka yang disengaja, terencana dan sistematis
antara pewawancara (interviewer) dengan individu yang diwawancarai
(interviewee). Wawancara dilakukan oleh peneliti kepada siswa/klien.
Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang berbagai hal
yang berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah. Yang kedua,
Observasi yaitu peneliti menggunakan metode ini untuk mengamati
kepribadian, keseharian/activity sehari-hari secara langsung. Sesuai
dengan rencana penelitian ini yang secara sistematik dilaksanakan
maka, sangat tepat peneliti menggunakan metode ini. Dalam penelitian
ini, peneliti menggunakan observasi partisipasi yaitu peneliti
melakukan penelitian dengan cara terlibat langsung dengan objek
penelitiannya. Disini, peneliti bisa melihat bagaimana tipe
kepribadian siswa.
Wawancara
yang kami laksanakan hasilnya yakni bahwa klien kami mengambil
jurusan asal-asalan dan coba coba, tidak ada ketertarikan pada
jurusan yang ada di sekolah itu dan ia lebih memilih jurusan otomotif
dikarenakan menurut ia jurusan lebih mudah. Dan ketika lulus nantinya
ia akan menjurus tidak meneruskan otomotif nya namun lebih kepada
minat ia masuk ke pabrik.
Analisis
data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
telah diperoleh dari wawancara, observasi. Dengan cara
mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam
unit-unit, melakukan sintesia, menyusun ke dalam pola, memilih mana
yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan.
Analisis data dalam kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki
lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesaidi lapangan.
Kegiatan dalam menganalisis data dalam penelitian ini, yakni: petama,
kegiatan reduksi data (data reduction), pada tahap ini peneliti
memilih hal-hal yang pokok dari data yang didapat dari lapangan,
merangkum, memfokuskn pada hal-hal yang penting dan dcari tema dan
polanya. Proses reduksi ini dilakukan secara bertahap, selama dan
setelah pengumpulan data sampai laporan hasil. Peneliti memilah-milah
data yang penting yang berkaitan dengan fokus penelitian dan membuat
kerangka penyajiannya. Kedua,
penyajian data (data display), peneliti menyusun kembali data
berdasarkan klasifikasi dan masing-masing topik kemudian dipisahkan.
Ketiga,
data yang dikelompokan pada kegiatan kemudian diteliti kembali dengan
cermat, dilihat mana data yang telah lengkap dan data yang belum
lengkap yang masih memerlukan data tambahan. Keempat,
setelah data dianggap cukup dan telah sampai pada titikjenuh atau
telah memperoleh kesesuaian, maka kegiatan yang selanjutnya yaitu
menyusun laporan hingga pada akhir pembuatan simpulan
Analisis
data dalam penelitian kualitatif menggunakan metode induktif.
Penelitian ini tidak menguji hipotesis tetapi lebih merupakan
penyusunan abstraksi berdasarkan data yang dikumpulkan. Analisis
dilakukan lebih intensif setelah semua data yang diperoleh di
lapangan sudah memadai dan dianggap cukup, untuk diolah dan disusun
menjadi hasil penelitian sampai dengan tahap akhir yakni kesimpulan
penelitian.
PEMBAHASAN
Teori
yang dikembangkan oleh John L. Holland menjelaskan bahwa suatu
pemilihan pekerjaan atau jabatan merupakan hasil dari interaksi
antara factor hereditas (keturunan) dengan segala pengaruh budaya,
teman bergaul, orang tua, orang dewasa yang dianggap memiliki peranan
yang penting. Selain itu John L. Holland juga merumuskan tipe-tipe
(golongan) kepribadian dalam pemilihan pekerjaan berdasarkan atas
inventori kepribadian yang disusun atas dasar minat. Setiap tipe-tipe
kepribadian itu dijabarkan ke dalam suatu model teori yang disebut
model orientasi (the model orientation). Model orientasi ini
merupakan suatu rumpun perilaku perilaku penyesuaian yang khas.
Setiap orang memiliki urutan orientasi yang berbeda-beda, dan hal
inilah yang menyebabkan mengapa setiap orang itu mempunyai corak
hidup yang berbeda-beda.
Urutan orientasi yang pertama terhadap suasana lingkungan pekerjaan
tertentu merupakan corak hidup yang utama dan pertama, urutan model
orientasi kedua terhadap lingkungan kerja yang lainnya dan merupakan
corak hidup yang kedua bagi seseorang untuk selanjutnya. Penempatan
urutan corak hidup itu sangat bergantung dari tingkat kecerdasan
serta penilainnya terhadap diri sendiri. Makin jelas penempatan
urutan corak hidupnya maka akan semakin menghasilkan pola pilihan
yang tepat bagi seseorang. Namun perlu digarisbawahi, jika model
orientasi John L. Holland ini mengajukan model orientasi berdasarkan
budaya Amerika. Adapun model orientasi yang dijabarkan oleh John L.
Holland adalah sebagai berikut:
yang pertama,
Tipe
realistis,
tipe model
ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang
berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan
kejantanan, kekuatan otot, ketrampilan fisik, mempunyai kecakapan,
dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal,
konkrit, bekerja praktis, kurang memiliki ketrampilan social, serta
kurang peka dalam hubungan dengan orang lain.
Orang
model orientasi realistis dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai
dengan tugas-tugas yang konkrit, fisik, eksplisit yang memberikan
tantangan bagi penghuni lingkungan ini. Untuk dapat memecahkan
masalah yang lebih efektif seringkali memerlukan bentuk-bentuk
kecakapan, gerakan, dan ketahanan tertentu. Diantaranya kecakapan
mekanik, ketahanan dan gerakan fisikuntuk berpindah-pindah dan
seringkali berada diluar gedung.Sifat-sifat yang nampak dengan jelas
dari tuntutan-tuntutan lingkungan menciptakan kegagalan dan
keberhasilan.
Contoh
pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, operator
mesin/radio, sopir truk, petani, penerbang, pengawas bangunan, ahli
listrik, dan pekerjaan lain yang sejenis. Yang
kedua,
Tipe
intelektual,
tipe model
ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat
akademik. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk
merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah,
berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman,
menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan
sikap yang tidak konvensional dan kegiatan-kegiatanya bersifat
intraseptif.
Orang
model orientasi intelektual dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai
dengan tugas yang memerlukan berbagai kemampuan abstark, dan kreatif.
Bukan tergantung kepada pengamatan pribadinya. Untuk dapat memecahkan
masalah yang efektif dan efisien diperlukan intelejensi, imajinasi,
serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual
dan fisik. Kriteria keberhasilan dalam melaksanakan tugas bersifat
objektif dan bisa diukur, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama dan
secara bertahap. Bahan dan alat serta perlengkapan memerlukan
kecakapan intelektual daripada kecakapan manual.Kecakapan menulis
mutlak dipelihara dalam oreientasi ini.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli fiika,
ahli biologi, kimia, antropologi, matematika, pekerjaan penelitian,
dan pekerjaan lain yang sejenis. Yang ketiga,
Tipe sosial, tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih
lapangan pekerjaan yang bersifat membantu orang lain. Ciri-ciri
dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat
responsive, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religiusm
membutuhkan perhatian, memiliki kecakapan verbal, hubungan
antarpribadi, kegiatan-kegiatan rapi dan teratur, menjauhkan bentuk
pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada
perasaan.
Orang
model orientasi sosial memiliki ciri-ciri kebutuhan akan kemampuan
untuk menginterpretasi dan mengubah perilaku manusia, serta minat
untuk berkomunikasi dengan orang lain. Secara umum orientasi kerja
dapat menimbulkan rasa harga diri dan status.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, guru,
pekerja sosial, konselor, misionari, psikolog klinik, terapis, dan
pekerjaan lain yang sejenis. Yang keempat,
Tipe konvensional, tipe model ini pada umumnya memiliki
kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia menyenangi bahasa
yang tersusun baik, numerical (angka) yang teratur, menghindari
situasi yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan
kekuasaaan, memberi nilai yang tinggi terhadap status dan kenyataan
materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya ketergantungan
pada atasan. Orang
model orientasi konvensional pada lingkungan nyatanya ditandai dengan
berbagai macam tugas dan pemecahan masalah memerlukan suatu proses
informasi verbal dan dan matematis secara kontinu, rutin,
konkrit, dan sistematis. Berhasilnya dalam pemecahan masalah
akan
nampak
dengan jelas dan memerlukan waktu yang relative singkat.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, kasir,
statistika, pemegang buku, pegawai arsip, pegawai bank, dan pekerjaan
lain yang sejenis. Yang kelima,
Tipe usaha, tipe model ini memiliki ciri khas diantaranya menggunakan
keterampilan-keterampilan berbicara dalam situasi dimana ada
kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi orang lain,
menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan
adaptasi dengan orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur,
perhatian yang besar pada kekuasaan, status dan kepemimpinan, agresif
dalam kegiatan lisan.
Orang
model orientasi usaha ditandai dengan berbagai macam tugas yang
menitikberatkan kepada kemampuan verbal yang digunakan untuk
mengarahkan dan mempengaruhi orang lain.
Contoh
pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, pedagang,
politikus, manajer pimpinan eksekutif perusahaan, perwakilan dagang,
dan pekerjaan lain yang sejenis.
Yang keenam,
Tipe
artistik,
tipe model
orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain
secara tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri.
Orang model orientasi artistik ini ditandai dengan berbagai macam
tugas dan masalah yang memerlukan interpretasi atau kreasi
bentuk-bentuk artistik melalui cita rasa, perasaan dan imajinasi.
Dengan kata lain, orientasi artistik lebih menitikberatkan menghadapi
keadaan sekitar dilakukan dengan melalui ekspresi diri dan
menghindari keadaan yang bersifat intrapersonal, keteraturan,
atau keadaan yang menuntut keterampilan fisik.
Contoh
pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli musik, ahli
kartum ahli drama, pencipta lagu, penyair, dan pekerjaan lain yang
sejenis.
Kesimpulan
Dalam
penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa teori karir menurut John
Holland ditentukan berdasarkan keprbadian masing-masing individu
serta pengaruh lingkungan dan kondisi psikologis individu.
Keterbatasan
penelitian dalam penelitian ini yaitu keterbatasan pertemuan dengan
klien yang lumayan sulit karena waktu yang kurang sesuai serta
kondisi klien ketika wawancara cebderung hanya merespon dengan
anggukan dan ketika diajak berbicara klien sedikit malu sehingga
menyulitkan pembimbing dalam melakukan wawancara serta memberikan
proses bimbingan.
Komentar
Posting Komentar