Langsung ke konten utama

Pendidikan Bimbingan Konseling


BIMBINGAN DENGAN IMPLEMENTASI TEORI HOLLAND TERHADAP PENENTUAN KARIR SISWA BERKEPRIBADIAN REALISTIK LULUSAN OTOMOTIF SMK WATUSALAM, PEKALONGAN
Abstract
This research was conducted to apply Holland theory to students of automotive graduate SMK Watusalam Kuripan Kidul, Pekalongan who feel confused in determining career. In Holland theory, individuals have different personalities. Such personality also affects the individual in determining career. Besides personality, environmental and psychological factors also play a role in Holland teoi. In this study, the client's plans in his career were not to continue his automotive department, but more to his interests.

Keywords: feel confused in determining career, interests, students of automotive graduate

© 2017 Published by Prodi BPI FUAD IAIN Pekalongan
PENDAHULUAN
Dewasa ini, bahwa pada dasarnya minat seseorang individu berbeda-beda, dan bakat individu berbeda pula. Dua hal tersebut, dapat diasumsikan bahwa minat dan bakat individu dapat ditemukan dan digali serta dikembangkan. Namun, pengukuran terhadap minat dan dalam tipe-tipe kepribadian ini mendorong Jhon Holland mengasumsikan pula bahwa orang yang memiliki minat yang berbeda-beda dan bekerja dalam lingkungan yang berlainan, sebenarnya individu tersebut memliki tipe kepribadian lain-lain dan mempunyai sejarah hidup yang berbeda-beda pula. Salah satu indikasi minat ialah kesukaan seorang individu untuk melakukan kegiatan tertentu. Disamping minat, juga harus menyesuaikan dengan tipe kepribdian nya. Dalam penyesuaian karakteristik atau kepribadian seseorang terhadap pekerjaan. Tipe kepribadian manusia terdapat 6 macam. Karena penting untuk membangun kecocokan antara tipe kepribadian individu dan pemilihan karir. Dimana pemilihan dan penyesuaian karir merupakan gambaran dari kepribadian seseorang individu.
Di institusi pendidikan banyak siswa khususnya siswa sekolah menengah yang merasa bingung dengan arah pilihan karirnya. Keadaan ini disebabkan kurangnya informasi yang luas tentang karir serta pendidikan yang mendukung pada arah karir tersebut. Padahal teori tentang bimbingan karir tidak bisa dipisahkan dengan teori-teori yang berkaitan dengan bimbingan konseling, karena bimbingan karir (yang sarat dengan muatan psikolois) itu sendiri berupa salah satu layanan dalam bimbingan konseling secara keseluruhan. Teori bimbingan karir John Holland mencoba untuk memaparkan bagaimana siswa atau individu memilih karir yang sesuai dengan tipe, sifat dan karakteristik psiologis (kepribadian) dengan model lingkungan yang mencakup: (lingkungan realistis, lingkungan intelektual, lingkungan sosial, lingkungan konvensional, lingkungan usaha dan lingkungan artistik). (Afandi muslim, 2011:86)
Dalam proses pemilihan, minat sangat diperlukan, sebab seseorang individu yang tidak memiliki minat tidak mungkin melakukan aktivitas. Minat adalah “gejala yang tertarik pada sesuatu yang selanjutnya minat seseorang akan mencerminkan tujuannya”. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar pula minat yang timbul. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya. Selain itu, minat dapat pula diwujudkan melalui peran serta siswa dalam suatu aktivitas. Siswa yang berminat terhadap objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut. Berdasarkan definisi-definisi minat di atas, peneliti dapat mengemukakan unsur-unsur yang terdapat dalam minat, meliputi: (1) minat adalah suatu gejala psikologis; (2) pemusatan perhatian, perasaan dan pikiran dari subjek karena tertarik; (3) adanya perasaan senang terhadap objek yang menjadi sasaran; dan (4) adanya kemauan atau kecenderungan pada diri subjek untuk melakukan kegiatan demi tercapainya tujuan. Rumusan masalah didalam penelitian meliputi Bagaimana implementasi minat terhadap penentuan pilihan karir? dan Bagaimana implementasi teori Holland terhadap penentuan pilihan karir? Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan didalam minat individu yang sesuai dengan penentuan pilihan karir. Dan untuk mengetahui penerapan teori Holland terhadap penentuan karir.
Besar kecilnya minat sangat bergantung pada penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya. Seseorang yang berminat terhadap sesuatu, tentu akan lebih memperhatikan dengan perasaan senang tanpa ada tekanan. Menurut Winkel (1996:188), minat merupakan kecenderungan subjek yang menetap, untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi tersebut. Belajar dengan minat akan mendorong peserta didik untuk belajar lebih baik daripada belajar tanpa minat. Dari pengertian tersebut, jelas bahwa minat sebagai pemusatan perhatian atau reaksi terhadap suatu objek, seperti benda tertentu atau situasi tertentu yang didahului oleh perasaan senang terhadap objek tersebut.
Dengan demikian, minat adalah sebagai sebab, yaitu kekuatan pendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian pada orang, situasi atau aktivitas tertetu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai akibat, yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya seseorang atau suatu objek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktivitas.
Menurut Suseno (2009:186), indikator minat berisi tentang, berikut ini: Kedisiplinan, Tidak mudah putus asa, Perasaan terhadap situasi, Belajar dalam suasana sepi, Mengulang pelajaran, Ingin berhasil, Ketertarikan terhadap mata pelajaran.
Menurut Steven D. Brown dan Robert W. Lent (2013:57-60) Didalam teori john Holland terdapat model-model tipe kepribadian antara lain: Realistis merupakan pemilihan lapangan kerja yang berorientasi pada penerapan ciri-ciri: kekuatan otot, keterampilan fisik, mempunyai kecakapan verbal, bekerja praktis, kurang memiliki keterampilan sosial, serta kurang peka dalam hubungan orang lain. Investigative merupakan pemilihan pekerjaan yang bersifat kreatif, tugas kemampuan abstrak, tidak tergantung pada pengamatan pribadinya, lebih suka tantangan yang membutuhkan pemikiran intelektual, lebih menyukai tantangan berupa pertanyaan yang belum terjawab. Dan juga dengan ciri-ciri: kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasi dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak bersosial, membutuhkan pemahaman, memiliki nilai dan sikap yang tidak konvensional. Sosial merupakan pemilihan lapangan pekerjaan yang bersifat membantu orang lain, dan bersosial, dengan ciri-ciri: pandai bergaul, pandai berbicara, bersifat responsive, bertanggung jawab, memiliki kecakapan verbal, pemecahan masalah lebih berorientasi pada perasaan tidak pada intelektual, Tipe sosial akan lebih cenderung memasuki lingkungan jabatan yang mengandung unsur pelayanan sosial. Konvensional merupakan kegiatan verbal, bahwa tipe konvensional/orang rutin akan lebih cenderung memangku jabatan dalam lingkungan yang bersuasana kegiatan rutin. Dengan ciri-ciri: Ia menyukai angka yang teratur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaan, member nilai tinggi terhadap kenyataan materi, status, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya, ketergantungan pada atasan. Misalnya pegawai arsip, kasir, dan lain-lain. Usaha/Enterprising merupakan tipe yang menggunakan keterampilan berbicara dalm situasi dima ada kesempatan untuk menguasai orang lain, menganggap dirinya paling taat, mudah mengadaptasikan dengan orang lain, perhatian besar kepada kekuasaan, status, kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan. Misalnya pedagang, politikus, dan lain-lain. Artistik merupakan pemilihan yang berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung, bersifat sosial, bentuk artistic melalui kata, rasa, perasaan, dan imajinasi, suka mengekspresikan dirinya dalam kebebasan dan keterbukaan secara wajar.
Banyak teori yang langsung membicarakan masalah karir, seperti teori Anne Roe, Hoppock, Donald Super, Trait and Factor, Ginzberg dan John Holland. Teori-teori ini menjelaskan pendapat-pendapat bagaimana siswa/individu memilih karir atau jabatan tertentu atas dasar pemilihan-pemilihan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya baik fisik maupun psikis dan membicarakan sifat-sifat serta karakteristik-karakteristik pribadi siswa yang dilihat dari sisi kecocokan dan tidaknya dengan karir atau jabatan yang dimasukinya. Dalam buku Bimbingan Karir Ruslan A. Gani dijelaskan bahwa Holland menyusun teori karirnya terdiri atas sebelas pokok pikiran bahwa : Pemilihan suatu jabatan adalah merupakan pernyataan kepribadian seseorang, Inventory minat merupakan inventory kepribadian. Jika minat vokasional merupakan ekspresi kepribadian, maka selanjutnya inventory minat adalah merupakan inventory kepribadian, Stereo-tipe vokasional mempunyai makna psikologis dan sosiologis yang penting dan dapat dipercaya. Kita dapat menduga sesorang berdasarkan teman-teman, pakaian, dan perilakunya, dan yang menjadi pekerjaannya. Pengalaman kita sehari-hari seringkali menunjukkan pengetahuan yang tidak tepat, tetapi nampaknya dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat terhadap berbagai pekerjaan yang dilakukannya. Misalnya seorang aktor mempunyai sifat yang berorienatasi pada diri sensiri self centered, seorang penjaga salesmen bersifat persuasive, seorang akuntan bersifat teliti, ilmuan bersifat tidak social dan sebagainya. (Ws.Winkel, 1996:187)
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah kediaman klien yang beralamat di Jalan Hoscokroaminoto kuripan kidul, Kota Pekalongan. Penelitian merencanakan pelaksanaan penelitian pada tanggal 25 April 2017 pada waktu: 18.00 WIB. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Watusalam kota pekalongan tahun ajaran 2017. Objek yang diteliti bernama M. Dia sekarang berusia 17 tahun. Mengambil jurusan otomotif. Didalam penelitian ini, merancang kegiatan pertemuan dengan klien. Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pensil dan sebuah buku.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrument utama dalam penelitian adalah manusia atau peneliti itu sendiri. Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Unsur manusia sebagai instrument kunci, Unsur informan yang terdiri dari : orangtua, klien. Dan unsur non manusia sebagai data pendukung penelitian.
Dalam penelitian ini, teknik penentuan informan adalah purpose (pengambilan informan berdasarkan tujuan). Teknik penentuan informan ini adalah siapa yang akan diambil sebagai anggota informan diserahkan pada pertimbangan pengumpul data yang sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, ada beberapa jenis pengumpulan yang dilakukan penulis, yaitu: Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara berkomunikasi, bertatap muka yang disengaja, terencana dan sistematis antara pewawancara (interviewer) dengan individu yang diwawancarai (interviewee). Wawancara dilakukan oleh peneliti kepada siswa/klien. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah. Yang kedua, Observasi yaitu peneliti menggunakan metode ini untuk mengamati kepribadian, keseharian/activity sehari-hari secara langsung. Sesuai dengan rencana penelitian ini yang secara sistematik dilaksanakan maka, sangat tepat peneliti menggunakan metode ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipasi yaitu peneliti melakukan penelitian dengan cara terlibat langsung dengan objek penelitiannya. Disini, peneliti bisa melihat bagaimana tipe kepribadian siswa. Wawancara yang kami laksanakan hasilnya yakni bahwa klien kami mengambil jurusan asal-asalan dan coba coba, tidak ada ketertarikan pada jurusan yang ada di sekolah itu dan ia lebih memilih jurusan otomotif dikarenakan menurut ia jurusan lebih mudah. Dan ketika lulus nantinya ia akan menjurus tidak meneruskan otomotif nya namun lebih kepada minat ia masuk ke pabrik.
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang telah diperoleh dari wawancara, observasi. Dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesia, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan. Analisis data dalam kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesaidi lapangan. Kegiatan dalam menganalisis data dalam penelitian ini, yakni: petama, kegiatan reduksi data (data reduction), pada tahap ini peneliti memilih hal-hal yang pokok dari data yang didapat dari lapangan, merangkum, memfokuskn pada hal-hal yang penting dan dcari tema dan polanya. Proses reduksi ini dilakukan secara bertahap, selama dan setelah pengumpulan data sampai laporan hasil. Peneliti memilah-milah data yang penting yang berkaitan dengan fokus penelitian dan membuat kerangka penyajiannya. Kedua, penyajian data (data display), peneliti menyusun kembali data berdasarkan klasifikasi dan masing-masing topik kemudian dipisahkan. Ketiga, data yang dikelompokan pada kegiatan kemudian diteliti kembali dengan cermat, dilihat mana data yang telah lengkap dan data yang belum lengkap yang masih memerlukan data tambahan. Keempat, setelah data dianggap cukup dan telah sampai pada titikjenuh atau telah memperoleh kesesuaian, maka kegiatan yang selanjutnya yaitu menyusun laporan hingga pada akhir pembuatan simpulan Analisis data dalam penelitian kualitatif menggunakan metode induktif. Penelitian ini tidak menguji hipotesis tetapi lebih merupakan penyusunan abstraksi berdasarkan data yang dikumpulkan. Analisis dilakukan lebih intensif setelah semua data yang diperoleh di lapangan sudah memadai dan dianggap cukup, untuk diolah dan disusun menjadi hasil penelitian sampai dengan tahap akhir yakni kesimpulan penelitian.
PEMBAHASAN
      Teori yang dikembangkan oleh John L. Holland menjelaskan bahwa suatu pemilihan pekerjaan atau jabatan merupakan hasil dari interaksi antara factor hereditas (keturunan) dengan segala pengaruh budaya, teman bergaul, orang tua, orang dewasa yang dianggap memiliki peranan yang penting. Selain itu John L. Holland juga merumuskan tipe-tipe (golongan) kepribadian dalam pemilihan pekerjaan berdasarkan atas inventori kepribadian yang disusun atas dasar minat. Setiap tipe-tipe kepribadian itu dijabarkan ke dalam suatu model teori yang disebut model orientasi (the model orientation). Model orientasi ini merupakan suatu rumpun perilaku perilaku penyesuaian yang khas. Setiap orang memiliki urutan orientasi yang berbeda-beda, dan hal inilah yang menyebabkan mengapa setiap orang itu mempunyai corak hidup yang berbeda-beda. Urutan orientasi yang pertama terhadap suasana lingkungan pekerjaan tertentu merupakan corak hidup yang utama dan pertama, urutan model orientasi kedua terhadap lingkungan kerja yang lainnya dan merupakan corak hidup yang kedua bagi seseorang untuk selanjutnya. Penempatan urutan corak hidup itu sangat bergantung dari tingkat kecerdasan serta penilainnya terhadap diri sendiri. Makin jelas penempatan urutan corak hidupnya maka akan semakin menghasilkan pola pilihan yang tepat bagi seseorang. Namun perlu digarisbawahi, jika model orientasi John L. Holland ini mengajukan model orientasi berdasarkan budaya Amerika. Adapun model orientasi yang dijabarkan oleh John L. Holland adalah sebagai berikut: yang pertama, Tipe realistis, tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, ketrampilan fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal, konkrit, bekerja praktis, kurang memiliki ketrampilan social, serta kurang peka dalam hubungan dengan orang lain. Orang model orientasi realistis dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas-tugas yang konkrit, fisik, eksplisit yang memberikan tantangan bagi penghuni lingkungan ini. Untuk dapat memecahkan masalah yang lebih efektif seringkali memerlukan bentuk-bentuk kecakapan, gerakan, dan ketahanan tertentu. Diantaranya kecakapan mekanik, ketahanan dan gerakan fisikuntuk berpindah-pindah dan seringkali berada diluar gedung.Sifat-sifat yang nampak dengan jelas dari tuntutan-tuntutan lingkungan menciptakan kegagalan dan keberhasilan. Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, operator mesin/radio, sopir truk, petani, penerbang, pengawas bangunan, ahli listrik, dan pekerjaan lain yang sejenis.  Yang kedua, Tipe intelektual, tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman, menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak konvensional dan kegiatan-kegiatanya bersifat intraseptif. Orang model orientasi intelektual dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas yang memerlukan berbagai kemampuan abstark, dan kreatif. Bukan tergantung kepada pengamatan pribadinya. Untuk dapat memecahkan masalah yang efektif dan efisien diperlukan intelejensi, imajinasi, serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual dan fisik. Kriteria keberhasilan dalam melaksanakan tugas bersifat objektif dan bisa diukur, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama dan secara bertahap. Bahan dan alat serta perlengkapan memerlukan kecakapan intelektual daripada kecakapan manual.Kecakapan menulis mutlak dipelihara dalam oreientasi ini. Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli fiika, ahli biologi, kimia, antropologi, matematika, pekerjaan penelitian, dan pekerjaan lain yang sejenis. Yang ketiga, Tipe sosial, tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan pekerjaan yang bersifat membantu orang lain. Ciri-ciri dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat responsive, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religiusm membutuhkan perhatian, memiliki kecakapan verbal, hubungan antarpribadi, kegiatan-kegiatan rapi dan teratur, menjauhkan bentuk pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada perasaan. Orang model orientasi sosial memiliki ciri-ciri kebutuhan akan kemampuan untuk menginterpretasi dan mengubah perilaku manusia, serta minat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Secara umum orientasi kerja dapat menimbulkan rasa harga diri dan status. Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, guru, pekerja sosial, konselor, misionari, psikolog klinik, terapis, dan pekerjaan lain yang sejenis. Yang keempat, Tipe konvensional, tipe model ini pada umumnya  memiliki kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia menyenangi bahasa yang tersusun baik, numerical (angka) yang teratur, menghindari situasi yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaaan, memberi nilai yang tinggi terhadap status dan kenyataan materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya ketergantungan pada atasan. Orang model orientasi konvensional pada lingkungan nyatanya ditandai dengan berbagai macam tugas dan pemecahan masalah memerlukan suatu proses informasi verbal dan dan matematis secara kontinu, rutin, konkrit, dan sistematis. Berhasilnya dalam pemecahan masalah akan nampak dengan jelas dan memerlukan waktu yang relative singkat. Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, kasir, statistika, pemegang buku, pegawai arsip, pegawai bank, dan pekerjaan lain yang sejenis. Yang kelima, Tipe usaha, tipe model ini memiliki ciri khas diantaranya menggunakan keterampilan-keterampilan berbicara dalam situasi dimana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi orang lain, menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan adaptasi dengan orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur, perhatian yang besar pada kekuasaan, status dan kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan. Orang model orientasi usaha ditandai dengan berbagai macam tugas yang menitikberatkan kepada kemampuan verbal yang digunakan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain. Contoh pekerjaan orang dengan model  orientasi ini adalah, pedagang, politikus, manajer pimpinan eksekutif perusahaan, perwakilan dagang, dan pekerjaan lain yang sejenis. Yang keenam, Tipe artistik, tipe model orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri. Orang model orientasi artistik ini ditandai dengan berbagai macam tugas dan masalah yang memerlukan interpretasi atau kreasi bentuk-bentuk artistik melalui cita rasa, perasaan dan imajinasi. Dengan kata lain, orientasi artistik lebih menitikberatkan menghadapi keadaan sekitar dilakukan dengan melalui ekspresi diri dan menghindari keadaan yang bersifat intrapersonal,  keteraturan, atau keadaan yang menuntut keterampilan fisik. Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli musik, ahli kartum ahli drama, pencipta lagu, penyair, dan pekerjaan lain yang sejenis. 

Kesimpulan 
Dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa teori karir menurut John Holland ditentukan berdasarkan keprbadian masing-masing individu serta pengaruh lingkungan dan kondisi psikologis individu.
Keterbatasan penelitian dalam penelitian ini yaitu keterbatasan pertemuan dengan klien yang lumayan sulit karena waktu yang kurang sesuai serta kondisi klien ketika wawancara cebderung hanya merespon dengan anggukan dan ketika diajak berbicara klien sedikit malu sehingga menyulitkan pembimbing dalam melakukan wawancara serta memberikan proses bimbingan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Anak Usia Dini

Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini  dan Prosedur pembelajaran pendidikan anak usia dini. P endidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani. (UU No. 20 tahun 2003 bab 1 pasal 1 ayat 14). Usia Dini disebut juga usia yang emas. usia yang menentukan dalam pembentukan karakter. Pembelajaran untuk anak usia dini menurut sujiono (Yuliani Nurani Sujiono, 2009:138) merupakan pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana pembelajaran yang berisi sejumlah penglaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasinya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. Untuk pembelajaran anak usia dini memiliki sebuah karakteristik sebagai berikut: belajar, bermain, bernyanyi, pemb...